Cara Setting PPPoE di Mkrotik Untuk Pelanggan Bulanan Lengkap Dengan Gambar

Hai sobat kembali lagi di blog UP-TKJ, pada pembahasan kali ini saya akan memberikan tutorial cara setting Server PPPoE di mikrotik, yang bisa kalian terapkan untuk pelanggan bulanan yang kalian miliki.

PPPoE merupakan bagian dari PPP ( point-to-point protocol ). PPP sendiri merupakan koneksi antara 1 titik dengan titik lainya.

Titik-titik tersebut menggunakan koneksi antar port Ethernet ( RJ45 ), dan pppoe sendiri merupkan kependekan dari point-to-point protocol over Ethernet.

PPPoE sering juga digunakan oleh para pegiat rt rw net, sebagai protocol untuk ke pelanggan mereka, lebih tepatnya pelanggan bulanan.

Sebenarnya masih banyak metode yang bisa anda gunakan untuk connect ke pelanggan seperti penggunaan IP statis, atau dinamis,

Namun PPPoE sendiri memiliki berbagai keunggulan tersendiri dibandingkan dengan metode lainya.

Hampir semua jenis mikrotik router board mendukung fitur ini, tapi anda juga perlu memperhatikan level router os berapa yang anda gunakan, dan tipe apa, serta untuk kebutuhan berapa.

Jika anda menggunakan seri mikrotik yang tidak memungkinkan untuk menghendel banyak pelanggan silahkan anda cari mikrotik router board yang mendukung untuk banyak pelanggan.

Apabila hanya untuk kebutuhan kecil, anda bisa menggunakan seris 750, atau sejenisnya, pada kesempatan kali ini saya akan membuatnya dengan seri RB450Gx4.

Pengalaman saya menggunakan RB 450gx4 sebagai server PPPoE, sangat memuaskan untuk kebutuhan dibawah 50 pelanggan, dan CPU rata-rata hanya memakan 40-60%.

Dan suhu bisa mencapai 70-80 C, namun hal ini bisa saya atasi dengan menambahkan kipas di atas mikrotik nya.

Nah bagi anda yang ingin membuat server PPPoE di mikrotik, anda bisa melihat tutorialnya berikut ini.

Berikut ini cara membuat server PPPoE di mikrotik untuk pelanggan bulanan

Hal-hal yang perlu anda siapkan sebelum membuat server PPPoE di mikrotik, sebagai berikut ini:

  •          IP address untuk ppoe
  •          IP pool untuk setiap profilenya

1. Buat IP address 

IP Address ini yang akan kita gunakan untuk membuat server pppoe nantinya, disini saya contohkan menggunakan 39.39.39.254/24.

Berikut cara setting ppoe di mikrotik


2. Tentukan IP POOL

Jika sudah membuat IP address, sekarang kita bisa membuat IP pool untuk setiap profilenya.

Klik menu IP-Pool-klik add

Nah disini saya akan membuat 2 pool untuk pelanggan bulanan saya yang tarifnya 150k, dan 250k.

39.39.39.1-39.39.39.10 Untuk pool pelanggan 150k/bln

39.39.39.11-39.39.39.20 Untuk pool pelanggan 250k/bln


Disini anda bebas untuk menentukan range antar IP, yang pastinya ini sesuai kebutuhan anda, kita lanjut ke langkah berikutnya.

3. Setting Menu PPP

Masuk menu PPP-Profile-klik add.

Pada tab general, name bisa kawan-kawan sesuaikan, disini saya contohkan dengan nama “PAKET 150k/bln”.

Pada local address, masukan IP gateway yang mengarah ke interface pppoe.

Pada Remote address kita pilih IP pool yang sudah kita buat sebelumnya.

Jika sudah, pergi ke tab LIMIT.



Sekarang kita bisa menentukan kecepatan yang kita inginkan untuk pelanggan dengan profile yang kita buat.

Masukan kecepatan pada rate limit rx/tx saya contohkan dengan 3 mbps, kita cukup menuliskanya dengan 3m/3m saja kemudian klik ok.



Pergi ke tab PPPOE SERVER, klik add.

Service name silahkan beri nama sesuai keinginan kalian.

Interface silahkan pilih interface yang akan kalian gunakan untuk output pppoe.

Default profile, pilih profile yang sudah kita buat sebelumnya, klik ok.



Untuk membuat username, dan password untuk user, anda bisa klik menu secret, anda tingal masukan username, dan password untuk pelanggan anda, jangan lupa pada profile silahkan pilih profile yang telah anda buat sebelumnya.




Nah itu tadi cara setting pppoe di mikrotik untuk pelanggan bulanan

Semoga artikel ini dapat membantu kawan-kawan pembaca, sampai jumpa pada artikel seputar teknologi lainya.