Mengenal Seluk - beluk Bandwidth, Dan Throughput Dalam Dunia Networking


ini Pengertian dan Perbedaan Bandwidth, Throughput Serta Cara Mengoptimalkanya
Berikut Adalah Pengertian dan Perbedaan Bandwidth, Throughput Serta Cara Mengoptimalkanya.

Pastinya buat anda yang sering berkecimpungan pada dunia networking, khususnya kawan-kawan jurusan tkj, pasti sering mendengar kata bandwidht, dan throughput.

Jika kamu bertujuan untuk mendalami pembuatan serta perbaikan jaringan, kamu wajib mengetahui tentang bandwidth dan throughput.

Ada beberapa orang yang seringkali keliru dengan menyatakan bahwa bandwidth dan throughput adalah hal yang sama. namun, keduanya jelas sangat berbeda.

Pengoptimalisasian Bandwidth dan Throughput yang Harus Diketahui Calon Praktisi Jaringan, karena kedua hal ini tidak dapat dipisahkan dalam dunia networking.

Mengoptimalkan bandwidth, dan throughput dapat membuat pengguna jaringan akan lebih nyaman, karena keceptanya yang akan didapatkan akan lebih stabil.

Berikut Pengertian Bandwidth, Throughput Serta Cara Mengoptimalkanya

Pengertian Bandwidth, dan Throughput

Sederhananya, bandwidth adalah kecepatan maksimum sebuah perangkat dalam mentransfer data.

Sementara throughput adalah kecepatan aktual perangkat tersebut ketika mentransfer data.

Jadi apasih perbedaan Bandwidth, dengan Throughput?

Bandwidth memberi informasi terkait berapa banyak data yang dapat ditransfer dari sebuah sumber pada kurun waktu tertentu.

Sedangkan throughput memberikan informasi tentang berapa banyak data yang ditransfer pada kurun waktu tertentu.

Cara Mengoptimalisasikan Bandwidth

Sebelum kita lanjut pada cara mengoptimalisasikan jaringan bandwidth, perlu diingat bahwa bandwidth tidaklah sama dengan kecepatan.

Namun, jaringan bandwidth yang dioperasikan dengan tidak optimal, dapat berdampak buruk pada performa kecepatan jaringan.

Ada beberapa pengaturan jaringan yang bisa membuat bandwidth bekerja secara maksimal.

Menggunakan Pengaturan QoS (Quality of Service)

Pengaturan ini bisa kamu temukan pada perangkat router, seperti mikrotik routerboard, cisco router, ataupun perangkat router dari vendor lainya.

Dengan pengaturan QoS, kamu dapat mengatur aturan lalu-lintas jaringan.

Kamu dapat memprioritaskan aplikasi-aplikasi tertentu untuk melewati jalur jaringanmu.

Ini akan membuat bandwidth hanya digunakan aplikasi-aplikasi penting saja, sehingga performanya jadi lebih maksimal. 

Anda juga bisa membatasi maksimum kecepatan setiap user / pengguna jaringan sesuai kebutuhan.

Hal tersebut bisa membantu jaringan yang anda kelola lebih stabil, karena setiap user tidak bisa melebihi keceptan yang sudah ditentukan.

Menggunakan Aplikasi Cloud-Based

Terkadang, cara termudah untuk meningkatkan optimalisasi jaringanmu adalah dengan menyebarkan aplikasi pada sistem cloud (internet).

Dengan menggunakan penyimpanan cloud, kamu bisa mengurangi tekanan ataupun lalu lintas pada jaringanmu sendiri. 

Mengeliminasi / Memblokir Aplikasi yang Tidak Diperlukan

Bahkan pada lingkungan yang paling produktif sekalipun, segalanya bisa jadi negatif jika ada lalu lintas jaringan yang tidak dibutuhkan.

Hindari penggunaannya jika tidak diperlukan

Misalnya ada pengguna jaringanmu seperti karyawan yang menggunakan jaringan untuk membuka aplikasi-aplikasi hiburan.

Aplikasi seperti YouTube, Netflix, serta media sosial tidak terlalu dibutuhkan untuk pekerjaan.

Jika tidak dicegah hal ini akan membuat jaringanmu lambat, maka langkah yang harus anda ambil adalah dengan cara memblokir akses yang memang tidak diperlukan dalam pekerjaan.       

Melakukan Backups dan Updates di Luar Jam Sibuk

Melakukan backups sangat penting tentunya, pasalnya masih saja banyak orang iseng yang ingin meretas jaringanmu.

Untuk melakukan backup baik itu backup konfigurasi router, ataupun data client, anda bisa menghindari jam sibuk jaringan.

Hindari melakukan backup data ataupun update sistem pada siang hari atau jam-jam kerja.

Ini dikarenakan banyak juga orang-orang yang melakukan backup dan update pada jam-jam tersebut.

Jika kamu melakukannya pada jam sibuk, prosesnya akan sangat lambat dan ada beberapa data yang tidak tertransfer dengan baik.

Anda bisa melakukanya pada jam kosong, atau ketika hari libur, saya sendiri melakukan backup, ataupun update setiap jam 5 pagi, anda bisa menyesuaikanya.

Cara Mengoptimalisasikan Throughput

Seperti halnya bandwidth, throughput juga dapat dioptimalisasikan dengan lebih efektif.

Kunci dari mengoptimalisasikan throughput adalah dengan meminimalisasi latencynya.

Latency adalah waktu yang diperlukan data untuk mencapai tujuan (dihitung per mili detik). Semakin banyak latency, semakin lemah throughputnya. Begitu juga sebaliknya.  

Memperhatikan Penggunaan Endpoint (ujung komunikasi dalam suatu jaringan) Banyaknya latency disebabkan oleh pengguna lain dalam satu jaringan.

Jika para pengguna jaringanmu menggunakan aplikasi dengan lalu lintas padat, performa kecepatan jaringan akan langsung menurun.

Apalagi jika pengguna tersebut sedang mengunduh data.

Itulah sebabnya penting untuk memeriksa endpoint pengguna jaringanmu. Aplikasi apa yang mereka gunakan dan apa yang mereka unduh. 

Menemukan Bottlenecks pada Jaringan

Bottleneck adalah macetnya proses transfer atau transmisi data.

Kemacetan biasanya terjadi saat penggunanya membludak atau saat sedang memroses begitu banyak aplikasi atau pengunduhan data. 

Bottleneck dapat ditemukan dengan cara memperbaharui router atau mengurangi node.

Node adalah titik penghubung dari perangkat satu ke perangkat lainnya.

Kecepatan selalu diperlukan ketika bekerja ataupun melakukan aktivitas yang membutuhkan jaringan.

Maka dari itu, mempelajari cara-cara yang tepat dalam mengoptimalisasikan bandwidth dan throughput dapat membantu performa jaringan.

Bagaimana?

Anda bisa melakukan beberapa hal yang saya sarankan di atas untuk mengoptimalkan bandwidth, dan throughput, agar jaringan yang anda kelola tetap stabil, dan nyaman saat digunakan.

Baca Juga: 

Nah itu tadi pengertian, dan perbedaan bandwidth throughput serta cara mengoptimalkanya.

Semoga artikel ini dapat membantu anda para pembaca, sampai jumpa pada artikel berikutnya.