Mengenal Sistem Operasi Jaringan untuk Pemanfaat Teknologi yang Lebih Baik

Mengenal Sistem Operasi Jaringan

Jika kamu lulusan SMK dan mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), pastinya familiar dengan sistem operasi jaringan. 

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat setiap tahunnya, pembelajaran terkait jaringan komputer cukup banyak diminati.

Jaringan komputer atau yang sering disebut Network diciptakan guna memanfaat segala jenis sumber daya teknologi secara terpadu.

Seluk Beluk Sistem Operasi Jaringan yang Wajib Diketahui Peminat IT

Para peminat komputer dan Information Technology (IT) pastinya harus menguasai segala pengetahuan tentang jaringan komputer.

Ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu terkait jaringan serta sistemnya untuk tahu bagaimana cara pengoperasiannya.

Kamu harus mengetahui pengertiannya, fungsinya, dan beberapa hal-hal lain terkait jaringan.

Pengertian sistem operasi jaringan

Sistem Operasi Jaringan cukup berbeda dengan beberapa jenis sistem operasi lainnya.

Itu dikarenakan sistem ini menyediakan banyak jenis layanan.

Seluruh layanan yang diberikan bertujuan untuk mencukupkan kebutuhan terhubungnya jaringan dari perangkat yang dibutuhkan. 

Beberapa contoh layanan yang diberikan sistem ini adalah pengelolaan internet serta sentralisasi layanan berkas.

Fungsi sistem operasi jaringan

Sistem ini memiliki empat fungsi utama. Yang pertama adalah menghubungkan lebih dari satu komputer serta perangkat keras lainnya dalam satu jaringan utama.

Fungsi kedua adalah mengelola sumber daya jaringan seperti penggunaan hardware dan software yang lebih terintegrasi.

Pengelolaannya juga termasuk membuat proses yang lebih terpusat serta penggunaan internet secara bersama-sama.

Fungsi ketiga adalah penyediaan beragam layanan seperti Web Server, Dynamic Host Configuration System (DHCP), Domain Name Server (DNS), File Transfer Protocol (FTP) dan Remote Server.

Web Server adalah software yang menerima permintaan layanan client melalui web browser. 

DHCP berfungsi sebagai protokol untuk menentukan IP address ataupun rule lain yang menghubungkan client pada server.   

Sementara itu DNS berfungsi mengubah nama IP address yang sebelumnya berbentuk numerik menjadi karakter agar lebih mudah digunakan.

Sedangkan FTP merupakan protokol yang mempunyai fungsi untuk saling bertukar data ataupun file didalam jaringan yang menggunakan IP.

Yang terakhir adalah remote server yang bisa mengendalikan server walaupun dari jarak jauh.

Fungsi keempat dari sistem ini adalah safety control. Safety Control atau pengendalian keamanan adalah melindungi keamanan jaringan dari multiple users (lebih dari satu pengguna).

Sistem ini melindungi penggunaan komputer secara terpusat.

Pengelolaan jaringan akan memberikan batasan hak akses seperti pemberian akun dan password pada golongan tertentu saja.

Model sistem operasi jaringan

Sistem ini memiliki dua jenis model utama, yaitu berbasis teks dan berbasis grafik.

Seperti namanya, model yang berbasis teks menampilkan interface yang berisi huruf, angka serta beberapa karakter khusus.

Sementara model berbasis grafik menampilkan interface yang lebih menarik seperti animasi, file GIF, dan video durasi panjang.

Cara Kerja sistem operasi jaringan

Empat komponen yang ada di sistem ini seperti sender, protocol, media transmisi dan receiver, dapat bertukar informasi melalui modem.

Fungsi dari modem adalah mengubah sinyal dari bentuk analog ke digital ataupun sebaliknya. Cara kerja sistem jaringan juga bisa ditentukan dari tipe jaringannya. Ada tipe jaringan client-server dan peer to peer. 

Jaringan client-server memiliki satu atau beberapa komputer untuk server dan untuk client. 

Peran komputer sebagai server maupun client dapat diubah melalui network software pada protokolnya. Komputer server menyediakan informasi yang dibutuhkan client.

Sedangkan komputer client berperan sebagai perantara untuk mengakses data dari komputer server.

Pada jaringan peer to peer, tidak ada yang berperan sebagai server maupun client.

Semua komputer yang terhubung dalam jaringan yang sama dapat mengirim ataupun menerima data satu sama lain.

Komputer dengan sistem jaringan peer-to-peer tidak memerlukan izin hak akses lagi seperti dari client meminta kepada server.

Baca juga: Mengenal komunikasi data 

Bagaimana sobat? 

Itulah beberapa informasi singkat terkait apa saja yang perlu dipelajari terkait jaringan serta sistem operasinya.

Pastikanlah untuk mengetahui definisinya terlebih dahulu, melihat fungsinya, modelnya, serta cara kerjanya.

Dengan demikian, kamu akan langsung bisa mempraktekkan tentang cara mengoperasikan sistem operasi jaringan secara tepat sasaran.

Nah itu tadi sedikit penjabaran saya tentang sistem operasi jaringan. 

Semoga artikel ini dapat membantu kawan-kawan dalam memahami materi tentang sistem operasi jaringan, sampai jumpa pada artikel berikutnya.